TEKNIK BERCERITA
DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Oleh: Ella Faridati Zen
Bimbingan dan Konseling sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu siswa, dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Salah satu jenis layanan bimbingan yang banyak diberikan oleh konselor atau petugas bimbingan adalah layanan informasi.
Layanan informasi merupakan layanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan kepada siswa dengan memberikan berbagai informasi yang diperlukan dan berguna bagi perkembangan diri siswa. Informasi yang disampaikan terkait dengan berbagai hal yang berhubungan dengan perkembangan pribadi, sosial, belajar maupun karir siswa di masa mendatang.
Informasi dapat disampaikan secara lesan maupun tertulis. Informasi secara lesan, umumnya dilaksanakan melalui kegiatan bimbingan kelompok di kelas dengan menggunakan metode ekspositori atau ceramah. Sementara informasi secara tertulis, disajikan dalam bentuk tulisan melalui papan bimbingan, brosur, liflet maupun buku paket yang dapat dibaca secara mandiri oleh siswa yang sudah bias membaca.
Informasi yang disampaikan kepada siswa dengan menggunakan metode ceramah di kelas, seringkali kurang mendapat perhatian yang maksimal dari para siswa. Akibatnya, materi yang sebenarnya bermanfaat bagi siswa dalam mengembangkan dirinya, tidak dapat diterima secara maksimal.
Metode ceramah memang memiliki sejumlah kelemahan dibandingkan dengan metode lain. Jika gaya penyampaian yang ditunjukkan konselor monoton tanpa ada variasi, maka siswa menjadi bosan dalam mendengarkannya. Persepsi siswa yang memandang bahwa materi bimbingan tidak lebih penting dibandingkan dengan materi pelajaran, juga mempengaruhi mereka dalam menerima informasi. Akibatnya, mereka hanya memandang dengan sebelah mata terhadap informasi bimbingan yang diberikan konselor.
Kondisi di mana siswa menunjukkan sikap yang kurang perhatian terhadap layanan bimbingan yang disampaikan melalui ekspositori, merupakan tantangan tersendiri bagi konselor. Di satu sisi, memang teknik ekspositori memiliki kelebihan. Antara lain teknik ini dalam waktu yang bersamaan dapat melayani banyak siswa, lebih efisien dalam hal waktu maupun fasilitas yang diperlukan, mudah dilaksanakan disbanding dengan teknik yang lain, seperti diskusi, bermain peranan atau permainan simulasi.
Bagaimana menyelenggarakan layanan informasi yang mampu menarik perhatian siswa, sehingga tujuan yang diharapkan dapat dicapai, dan dalam pelaksanaannya juga efisien, merupakan tantangan tersendiri bagi konselor. Salah satu model yang dinilai tetap efisien dan efektif yang bisa dijadikan sebagai alternatif dalam melaksanakan layanan informasi yaitu teknik ekspositori dengan bercerita.
Pada umumnya orang senang dengan cerita, baik dalam bentuk dongeng, legenda ataupun kisah. Orang tua maupun anak-anak pada umumnya senang dengan cerita. Tentu saja cerita untuk anak-anak berbeda dengan yang disajikan bagi remaja maupun orang dewasa. Oleh karena itu cerita bias digunakan sebagai daya tarik dalam menyampaikan materi bimbingan dalam layanan informasi. (bersambung)